Sukabumi-baladewanews.com-Gerakan Masyarakat Babakanjaya Bersatu atau lebih dikenal dengan GMBB sebagai gerakan moral yang membawa semangat amar ma’ruf nahi munkar, baru-baru ini menyurati Manajemen PT. Kino Indonesia Tbk yang pabriknya berlokasi di Desa Babakanjaya.
Dalam surat yang telah beredar luas di group-group whatsapp tersebut, GMBB menyampaikan rasa terima kasihnya atas keberadaan Pabrik PT. Kino Indonesia Tbk yang berlokasi di Desa Babakanjaya, yang dapat membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi warga setempat/ sekitar yang tinggal dan berKTP Desa Babakanjaya.
GMBB berharap, agar penerimaan karyawan bagi warga di luar Desa Babakanjaya, dilakukan moratorium (penundaan) terlebih dahulu, mengingat saat ini masih banyak warga Desa Babakanjaya yang belum bekerja (masih menganggur) dan berharap dapat bekerja di PT. KINO. Wajar saja jika GMBB mengharapkan agar Warga Desa Babakanjaya menjadi prioritas utama dan pertama dalam perekrutan tersebut.
Selain itu, terhadap warga Desa Babakanjaya yang sudah diterima bekerja di PT. KINO, GMBB meminta agar tidak terlalu mudah melakukan PHK. Jika ada kekurangan dalam bekerja (berkinerja kurang bagus), alangkah baik dan bijaknya jika dilakukan pendidikan dan pelatihan agar memenuhi standar yang diperlukan. Dengan turn-over (keluar masuk karyawan) yang terlalu tinggi, tentu akan mengganggu iklim kerja dan tingkat produksi PT. KINO. Tentu, bekerja dalam jangka waktu yang lama dan berkelanjutan adalah harapan bagi setiap karyawan serta mencegah terjadinya sengketa hukum di bidang ketenagakerjaan.
Point yang tak kalah penting dari isi surat tersebut adalah agar proses perekrutan dilakukan sendiri dan secara langsung oleh PT. Kino sesuai standar dan kriteria yang berlaku. PT. KINO memiliki otonomi untuk mengatur dan menetapkan proses rekutmen tanpa melibatkan pihak lain yang berpotensi terjadi praktek pungutan liar (isu ini sudah sangat santer dan beredar luas di masyarakat). ”Kasihan warga, sudah susah-susah cari kerja dan berharap dapat penghasilan, malah dipungli. Apa lagi, sudah dipungli, ternyata pekerjaan yang dijanjikan tidak didapat” tambah *Hendra* salah seorang tokoh GMBB yang sangat menyesalkan adanya dugaan praktek pungli yang sangat merugikan warga. Ketika ditanya pihak lain itu siapa, Hendra membalas singkat ”semua sudah pada tahu”
Salah seorang Tokoh GMBB lainnya, *Erwan Sopandi* menambahkan, PT. Kino Indonesia Tbk itu bukan Perusahaan kaleng-kaleng. Sebagai Perusahaan barang konsumsi multinasional Indonesia yang memproduksi beragam produk dari perawatan pribadi (Ovale, Ellips, Eskulin), makanan dan minuman, hingga farmasi (Cap Kaki Tiga) dan dikenal dengan merek-merek populer serta fokus pada inovasi produk berkualitas untuk pasar domestik dan internasional, tentu akan sangat menjaga reputasi dan kredibilitasnya dalam melakukan rekrutmen karyawan. ”Oleh karena itu, kita harus jaga betul agar Pabrik PT. Kino yang ada di Desa Babakanjaya dapat tumbuh dan berkembang pesat agar memberi dampak positif yaitu terbukanya kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi Warga Desa Babakanjaya” pungkasnya menutup wawancara dengan awak media.
(Red)
