Sukabumi-baladewanews.com-Langkah nyata Inspektorat Kabupaten Sukabumi yang ditunggu-tunggu oleh warga Desa Babakanjaya akhirnya terwujud. Sejak Senin, 5 Januari 2025 hingga hari kedua Selasa ini rombongan Tim Audit Investigasi telah menyambangi Desa Babakanjaya.
Di hari pertama kemarin, dari pantauan awak media, selama setengah hari, Tim hanya sebatas mengumpulkan dokumen-dokumen penting yang terkait dengan pengaduan dari *GMBB* _(Gerakan Masyarakat Babakanjaya Bersatu)_ dan membawanya ke luar Desa Babakanjaya. Kemungkinan ke Kantor Inspektorat.
Sementara di hari kedua, Tim sudah melakukan pemeriksaan sejumlah titik pembangunan fisik jalan lingkungan dan jalan desa. Pemeriksaan ini terkait dengan pengaduan masyarakat dari GMBB kepada Satuan TIPIKOR Polres Sukabumi. ”Polres berkoordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan pendalaman atas pengaduan masyarakat tersebut” demikian ujar J.A Soebagyo, salah seorang tokoh GMBB.
J.A Soebagyo berharap agar pemeriksaan fisik tersebut benar-benar diukur panjangnya, lebarnya dan terutama ketebalannya. Dari hasil pengecekan fisik yang dilakukan oleh Tim GMBB beberapa waktu yang lalu, pembangunan fisik ini diduga kuat mengandung unsur-unsur korupsi. ”Artinya, apa yang dianggarkan, bisa jadi pada kenyataannya tidak sebesar itu” ujarnya. ”Memang ada prasasti. Tapi apa benar, anggaran yang tertulis di prasasti tersebut, benar-benar sesuai dengan yang dibelanjakan pada saat pembangunannya” Ujarnya lagi.
”Kami mencoba membuat kalkulasi berdasarkan HPS (Harga Patokan Setempat). Sebagai contoh hotmix jalan desa antara Pangkalan-Ciburuy. Tertera dalam prasasti, anggarannya sebesar Rp.170.000.000 (seratus tujuh puluh juta) dengan ukuran 500 meter x 2 meter (sayang tidak ditulis ketebalannya). Dengan ketebalan rata-rata 2 cm, maka dengan material aspal hotmix yang paling bagus, itu tidak sampai 100 juta”.
”Artinya ada selisih 70 jutaan. Nah, ini yang mesti diaudit oleh Tim Inspektorat” ujarnya berapi-api. ”Itu baru di satu titik. Belum lagi titik-titik pembangunan fisik lainnya”.
”Agar lebih obyektif, kalau perlu, pakai auditor independen”.
Pemeriksaan pembangunan fisik harus juga disertai dengan pemeriksaan dokumen RAB (Rencana Anggaran Belanja), laporan keuangan serta bukti-bukti pembelanjaan. ”Jangan sampai terjadi yang ada di bon pembelian, tapi barangnya tidak ada, atau barangnya berbeda, baik jumlah maupun kualitasnya” tambahnya lagi.
Sementara tokoh GMBB lainnya, Andi Sujai A.S menyambut baik langkah-langkah nyata dari Inspektorat Kab. Sukabumi atas laporan dari GMBB tersebut. ”Audit investigasi ini harus dilakukan secara menyeluruh dan mendalam agar diperoleh kebenaran materiil” ujarnya kepada awak media. Salah satu yang kami tekankan adalah pemeriksaan terhadap rekening koran Desa Babakanjaya yang dipegang oleh Bendahara Desa.
”Saya menduga kuat, ada aliran dana kepada pihak-pihak yang tidak berkaitan dengan urusan di Desa” ungkapnya. ”Investigasi jangan basa-basi”
Sementara dari informasi yang berhasil dikumpulkan oleh awak media di lapangan, proses audit investigasi terhadap Desa Babakanjaya akan belangsung selama 2 minggu, terhitung dari hari Senin kemarin. Sepertinya akan banyak fakta dan praktek penyelahgunaan kekuasaan dan kewenangan yang dibongkar oleh Inspektorat.
”GMBB akan terus mengawal” ujar Andi Sujai, menambahkan.
(Red)
