baladewanews.com-Skandal dugaan manipulasi data di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Jl.Salaturi Desa Saganten Kec SindnagBarang Kab Cianjur Jawa Barat semakin mencoreng dunia pendidikan non-formal. Setelah mencuat dugaan ribuan siswa fiktif, kini terungkap indikasi mark up data bangunan dan ruang kelas,
Informasi yang didapat menyebutkan bahwa beberapa PKBM diduga kuat melaporkan data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya
PKBM tersebut dilaporkan memiliki siswa, Sebanyak 1.076 Orang namun hanya memiliki Beberapa ruang kelas. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas dan efektivitas kegiatan belajar mengajar.
Bagaimana mungkin 1.076 siswa belajar hanya dalam Beberapa Ruangan? Ini sangat tidak masuk akal dan jelas ada yang tidak beres," tegasnya.
Riyansah mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi mendalam terkait dugaan mark up data tersebut
Ia juga mempertanyakan peran pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) kan Cianjur
Hingga saat ini, pihak pengelola PKBM Dan Dinas Atau Kabid PNF/Dikmas dan PKBM FAJAR HARAPAN belum memberikan tanggapan terkait tudingan tersebut, karena ketika ditemui tidak berada dilokasi.
Jika terbukti, kasus ini akan menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Kab Cianjur dan menuntut adanya pembenahan total dalam pengelolaan PKBM FAJAR HARAPAN
(Red)
